{"id":506,"date":"2020-01-08T01:41:10","date_gmt":"2020-01-07T18:41:10","guid":{"rendered":"http:\/\/kdkkb.id\/?p=506"},"modified":"2020-01-08T01:41:18","modified_gmt":"2020-01-07T18:41:18","slug":"do-not-resuscitate-keputusan-yang-dilematis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506","title":{"rendered":"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis"},"content":{"rendered":"\n<p><em>NN<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kematian merupakan bagian dari\nkehidupan, sebab menurut kodratnya kehidupan adalah terbatas. Kematian\nmerupakan kenyataan hidup yang tidak dapat dihindari. Pelayanan kesehatan tidak\nsaja harus memperhatikan kualitas kehidupan (<em>Quality of life<\/em>), melainkan\njuga kualitas kematian (<em>Quality of death<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Meninggal dunia dengan baik\n(bukan euthanasia) juga mengandung nilai manusiawi yang tidak kalah pentingnya.\nPelayanan kesehatan bukan saja bertujuan untuk menyelamatkan kehidupan dan\nmemulihkan kesehatan sampai habis-habisan melainkan juga memungkinkan manusia\nmeninggal dengan tenang (<em>a peaceful death<\/em>), yakni kematian yang diterima\noleh pasen, kematian yang diiringi oleh keluarga serta orang tercinta lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi para pelayan kesehatan,\nmelayani kehidupan berarti memberi pelayanan sampai kehidupan itu selesai\nsecara alamiah. Namun dalam praktiknya, berhentinya kehidupan secara alamiah\nitu menjadi sesuatu yang sangat multi dimensi. Tergantung pada ketersediaan\nalat-alat pertolongan untuk resusitasi, baik tahap dasar maupun lanjut. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita mengenal Resusitasi\nJantung Paru (RJP) sebagai suatu tindakan memberikan bantuan hidup dasar dan\nlanjut kepada pasen yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung.\nPermasalahan baru akan timbul jika jantung pasen yang besangkutan kembali\nberdenyut, namun pasen tidak dapat bernapas spontan dan kemajuan teknologi\nkedokteran memungkinkan pasen tersebut diberi bantuan napas penuh dengan\nventilator. Hal ini bahkan dapat berlangsung berbulan-bulan. Sampai kapankah\npasen tersebut harus dipertahankan pada kondisi demikian? Maka timbullah isu <em>Do\nNot Resusitate<\/em> (DNR).<\/p>\n\n\n\n<p><em>Do Not Resusitate<\/em> (DNR) adalah perintah untuk tidak\nmelakukan upaya penyelamatan pasien berupa resusitasi jantung paru selanjutnya.\nKeputusan DNR merupakan kondisi yang penuh dengan pro dan kontra sehingga perlu\npengkajian dari sisi bioetika , medikolegal dan agama secara hati-hati untuk\nsetiap kasusnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan pro dan kontra jelas\nsekali pada perbedaan pandangan di beberapa negara. Cina dan Korea Selatan melarang\nDNR. Secara bioetika dan keagamaan DNR tidak dapat dibenarkan. Agama tidak\nmemberi kuasa pada manusia untuk menentukan hidup dan mati seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun terdapat beberapa\npandangan yang pro atas keputusan DNR, diantaranya ada pendapat yang menyatakan\nbahwa RJP tidak diindikasikan pada pasen dengan kondisi terminal, penyakit yang\nireversibel, penyakit yang prognosisnya hampir dapat dipastikan misalnya\nperdarahan otak yang sudah menekan ke batang otak\/ perdarahan batang Otak.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian lainnya berpendapat\nDNR dapat merupakan bagian dari keputusan medis pada kondisi yang&nbsp; tidak meragukan bahwa RJP tidak akan berhasil\ndan tidak perlu dimulai karena perawatan, pengobatan yang dianggap sia-sia (<em>futile\ntreatment).&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kajian Etika<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Secara Etika terdapat beberapa prinsip\nsebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Prinsip <em>beneficience: <\/em>prinsip yang menjadikan keuntungan upaya pemulihan\nkesehatan dan fungsi organ yang bertujuan untuk meringankan kesakitan dan\npenderitaan pasen.<\/li><li>Prinsip <em>non maleficience<\/em> (<em>do no harm<\/em>):\nprinsip yang mencegah tindakan yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang\nmenyebabkan kesakitan pada pasen. Ini berlaku jika hasil akhir RJP memberikan\nkesakitan lebih lanjut berupa status <em>vegetative<\/em>\natau koma persisten.<\/li><li>Prinsip otonomi: pasen dewasa\nmempunyai hak otonomi menyetujui atau menolak tindakan medis termasuk RJP.\nPasen harus dinilai kapasitas dan kecakapannya didampingi keluarga dan\ndiberikan penjelasan atau <em>informed consent<\/em> untuk memutuskan tindakan\nDNR.<\/li><li>Prinsip keadilan: menjamin\nsemua pasen yang mengalami henti nafas dan jantung harus mendapat RJP<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Aspek hukum di Indonesia<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Belum ada peraturan yang\nsecara jelas mengatur DNR di Indonesia. UUD 1945 pasal 28 A, Undang undang no 29 tahun 2004 tentang\npraktik kedokteran pasal 39, KODEKI pasal 17 belum jelas adanya kepastian hukum\nyang mengatur DNR. Bahkan DNR dapat dianggap\nsebagai bagian upaya Euthanasia, dapat di duga perbuatan melanggar hukum dan\ndikenakan KUHP pasal 344 BAB XIX tentang kejahatan terhadap nyawa.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu perlu pertimbangan\nyang sangat matang atas keadaan kondisi pasen, kualitas hidup dan keputusan\npasien dan keluarga untuk meminta DNR.<\/p>\n\n\n\n<p>Tindakan penghentian bantuan\nhidup di Indonesia belum banyak dilakukan. Ada dua pilihan yang dapat dilakukan\noleh dokter terhadap pasien tanpa harapan hidup, yaitu <em>with holding atau\nwith drawing life supports<\/em>, yaitu penundaan atau penghentian alat bantuan hidup.\n<\/p>\n\n\n\n<p>Ikatan Dokter Indonesia (IDI)\ntahun 1990 mengeluarkan pernyataan bahwa manusia dinyatakan mati apabila batang\notaknya tidak berfungsi lagi. Maka apabila telah dinyatakan mati batang otak\ndiperlukan <em>informed consent<\/em> kepada\npihak keluarga untuk memutuskan. Inilah yang akan menjadi dasar dokter\nmelakukan prosedur yang telah diputuskan keluarga. Pihak dokterpun akan\nberkonsultasi kepada sumber-sumber berwenang seperti KODEKI, para pemuka agama\ndan tokoh etika lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Peraturan Menteri\nKesehatan Nomor 290 tahun 2008 tentang BAB IX pasal 14:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Bahwa penghentian\/penundaan\nbantuan hidup (<em>with holding atau with drawing life supports<\/em>) pada\nseorang pasen harus mendapat persetujuan keluarga terdekat pasen<\/li><li>Persetujuan penghentian\/\npenundaan bantuan hidup oleh keluarga terdekat pasen sebagaimana dimaksud pada\nayat (1) diberikan setelah keluarga mendapat penjelasan dari tim dokter yang\nbersangkutan.<\/li><li>Persetujuan sebagaimana\ndimaksud ayat (1) harus diberikan secara tertulis.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Menurut Agama Katolik<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Alkitab Perjanjian\nLama, dalam Kitab Kejadian (kisah penciptaan) manusia adalah ciptaan Allah yang\npaling mulia. Dengan demikian kehidupannya harus diperjuangkan karean sangat\nberharga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Piagam bagi pelayanan kesehatan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hidup tidak dapat diganggu gugat\natau disingkirkan. Hidup kita sendiri atau sesama sebagai sesuatu yang bukan\nmiliknya sebab itu milik dan kurnia Allah Sang Pencipta dan Bapa. Hak mendasar\ndan primer tiap manusia adalah hak atas hidup.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kedaulatan Allah dan Hak atas Hidup.&nbsp;<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kedaulatan Allah atas hidup\nmerupakan dasar dan jaminan bagi hak atas hidup tetapi hak itu bukan kekuasaan\natas hidup. Melainkan hak untuk hidup sesuai dengan martabat manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTak seorang pun dapat\nsemaunya sendiri memilih mau hidup atau mati. Yang mutlak berdaulat atas\nkeputusan itu hanyalah Sang Pencipta, sebab dalam Dialah kita hidup dan\nbergerak dan berada \u201c (Kis 17:28)<\/p>\n\n\n\n<p>Hak atas hidup di konkretkan\npada orang yang menderita sakit terminal sebagai \u201c hak untuk meninggal dalam\nkeheningan sempurna, sesuai dengan martabat manusia dan Kristiani\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Bercermin pada semangat Gereja\ntentang Pedoman Etis Pastoral Rumah Sakit Katolik sebagai penyayang kehidupan\ndan sikap Gereja yang memberikan penghormatan terhadap harkat dan martabat\nmanusia itu demikian luhur. Rumah Sakit Katolik menghormati dan melindungi\nhidup manusia dengan martabat sebagai pribadi maka dengan sengaja mengakhiri\nhidup pasien, meskipun diminta pasien atau keluarganya ataupun berlandaskan\nkasihan maka telah bertentangan dengan etika kedokteran dan ajaran moral\nkatolik.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya, isu <em>Do Not Resuscitate<\/em> adalah isu yang\nsangat dilematis dan multi dimensi. Perlu diskusi yang lebih luas dengan\nmenghadirkan tokoh\/ ahli agama, ahli Bioetika, ahli hukum, pejabat berwenang\ndan profesionalisme membahas <em>Do Not Resuscitate <\/em>ini.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Dirangkum\ndari berbagai sumber<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>+++<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NN Kematian merupakan bagian dari kehidupan, sebab menurut kodratnya kehidupan adalah terbatas. Kematian merupakan kenyataan hidup yang tidak dapat dihindari. Pelayanan kesehatan tidak saja harus memperhatikan kualitas kehidupan (Quality of life), melainkan juga kualitas kematian (Quality of death). Meninggal dunia dengan baik (bukan euthanasia) juga mengandung nilai manusiawi yang tidak kalah pentingnya. Pelayanan kesehatan bukan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[87],"tags":[],"class_list":["post-506","post","type-post","status-publish","format-standard","","category-ilmiah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"NN Kematian merupakan bagian dari kehidupan, sebab menurut kodratnya kehidupan adalah terbatas. Kematian merupakan kenyataan hidup yang tidak dapat dihindari. Pelayanan kesehatan tidak saja harus memperhatikan kualitas kehidupan (Quality of life), melainkan juga kualitas kematian (Quality of death). Meninggal dunia dengan baik (bukan euthanasia) juga mengandung nilai manusiawi yang tidak kalah pentingnya. Pelayanan kesehatan bukan &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-07T18:41:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-01-07T18:41:18+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Buletin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Buletin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506\"},\"author\":{\"name\":\"Buletin\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/b80f1e068e5cf7c66bba5a5905e5e10b\"},\"headline\":\"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis\",\"datePublished\":\"2020-01-07T18:41:10+00:00\",\"dateModified\":\"2020-01-07T18:41:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506\"},\"wordCount\":981,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Ilmiah\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506\",\"name\":\"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-01-07T18:41:10+00:00\",\"dateModified\":\"2020-01-07T18:41:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\",\"name\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"description\":\"Download E-Buletin      |        Kegiatan Sosial        |          Kesehatan        |\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\",\"name\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1\",\"width\":842,\"height\":595,\"caption\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/b80f1e068e5cf7c66bba5a5905e5e10b\",\"name\":\"Buletin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/820f0b4c54363b21c239720fa4c5fcd5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/820f0b4c54363b21c239720fa4c5fcd5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Buletin\"},\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?author=8\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","og_description":"NN Kematian merupakan bagian dari kehidupan, sebab menurut kodratnya kehidupan adalah terbatas. Kematian merupakan kenyataan hidup yang tidak dapat dihindari. Pelayanan kesehatan tidak saja harus memperhatikan kualitas kehidupan (Quality of life), melainkan juga kualitas kematian (Quality of death). Meninggal dunia dengan baik (bukan euthanasia) juga mengandung nilai manusiawi yang tidak kalah pentingnya. Pelayanan kesehatan bukan &hellip;","og_url":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506","og_site_name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","article_published_time":"2020-01-07T18:41:10+00:00","article_modified_time":"2020-01-07T18:41:18+00:00","author":"Buletin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Buletin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506"},"author":{"name":"Buletin","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/b80f1e068e5cf7c66bba5a5905e5e10b"},"headline":"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis","datePublished":"2020-01-07T18:41:10+00:00","dateModified":"2020-01-07T18:41:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506"},"wordCount":981,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization"},"articleSection":["Ilmiah"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kdkkb.id\/?p=506#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506","url":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506","name":"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#website"},"datePublished":"2020-01-07T18:41:10+00:00","dateModified":"2020-01-07T18:41:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kdkkb.id\/?p=506"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=506#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kdkkb.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Do Not Resuscitate: Keputusan yang Dilematis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#website","url":"https:\/\/kdkkb.id\/","name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","description":"Download E-Buletin      |        Kegiatan Sosial        |          Kesehatan        |","publisher":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kdkkb.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization","name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","url":"https:\/\/kdkkb.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1","width":842,"height":595,"caption":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/b80f1e068e5cf7c66bba5a5905e5e10b","name":"Buletin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/820f0b4c54363b21c239720fa4c5fcd5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/820f0b4c54363b21c239720fa4c5fcd5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Buletin"},"url":"https:\/\/kdkkb.id\/?author=8"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=506"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/506\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":507,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/506\/revisions\/507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}