{"id":332,"date":"2019-10-10T13:08:25","date_gmt":"2019-10-10T13:08:25","guid":{"rendered":"http:\/\/kdkkb.id\/?p=332"},"modified":"2019-10-10T13:08:39","modified_gmt":"2019-10-10T13:08:39","slug":"setia-mencintai-mengapa-tidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332","title":{"rendered":"Setia Mencintai? Mengapa tidak?"},"content":{"rendered":"\n<p> <strong>KDKKB.id<\/strong> &#8211; (V. Waty S.H.) &#8211;<br>\u201cHati-hati di jalan, ya. God bless you!\u201d Begitu selalu pesan<br>Oma setiap aku pamit berangkat sekolah. Kupeluk tubuhnya yang<br>mulai membungkuk. Biasanya Oma akan memeluk dan membelai<br>rambutku. Aku selalu menyukai saat-saat seperti ini. Bukan hanya<br>saat kepadaku -cucunya- Oma menunjukkan kasihnya. Kepada Mama<br>dan adikku pun Oma akan melakukan hal yang sama. Dan satu hal<br>yang kuperhatikan, Oma akan mengucapkan pesan yang sama setiap<br>kali ada anggota keluarga yang akan pergi.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Pada usianya yang ke delapan puluh lima Oma tampak masih<br>sehat. Memang gerak tubuhnya sudah melambat, namun Oma masih<br>mampu melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan baik. Mulai dari<br>aktivitas membantu diri sendiri seperti mandi, berpakaian, makan,<br>dan gerak badan ringan seperti berjalan kaki di sekitar tempat tinggal<br>kami. Bahkan Oma juga rajin berdoa dan masih bersemangat<br>menghadiri perayaan Ekaristi di gereja. Hanya saja kini penglihatan<br>Oma makin kurang baik. Kata dokter, akibat faktor usia.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Ketika satu per satu putra-putri Oma berumah tangga, kesibukan<br>Oma mengurus anak berkurang. Namun, muncul kegiatan rutin yang<br>baru bagi Oma : mengasuh cucu. Walau pun anak-anaknya sudah<br>mandiri, Oma masih terus memikirkan Mama dan anak-anaknya yang<br>lain. Bahkan Oma masih tekun mendoakan semua anak-cucunya.<br>Dara mengetahui hal ini ketika menemukan Oma larut dalam<br>keheningan doa di malam hari sebelum berangkat tidur. Ketika Dara<br>menanyakan kepada Oma apa alasannya, ia hampir tak mempercayai<br>jawabannya. \u201cOma hanya bisa mendoakan kalian..\u201d ujar Oma penuh<br>haru sebelum menambahkan, \u201cTak pernah berhenti menjadi seorang<br>ibu&#8230;\u201d<br><br>Kisah ini memberi gambaran kasih seorang ibu yang tak<br>mengenal akhir. Seperti ungkapan : \u201cKasih Ibu sepanjang jalan, kasih<br>anak sepanjang penggalan\u201d. Seperti diungkap lagu anak-anak lawas<br>berikut ini :<br>Kasih Ibu kepada beta\/ Tak terhingga sepanjang masa\/ hanya<br>memberi tak harap kembali\/ Bagai sang Surya menerangi dunia<br><\/p>\n\n\n\n<p>Sahabat terkasih, mari kita bayangkan ibu kita masing-masing.<br>Mari kita ingat-ingat kembali bagaimana perjuangan ibu kita untuk<br>merawat dan mendidik kita. Bagaimana kita telah banyak<br>menyusahkan hati ibu kita sejak kita kecil hingga sekarang, dan Ibu<br>tetap mengasihi mengasihi kita.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Saya sendiri mempunyai seorang ibu yang amat saya<br>banggakan. Sejujurnya saya selalu terharu setiap kali mendengarkan<br>sebuah lagu rohani yang menggambarkan kasih seorang ibu kepada<br>anaknya dan ia tekun mendoakan sang anak.<br>&#8230; Di doa Ibu kudengar ada namaku disebut&#8230;<br><\/p>\n\n\n\n<p>Seorang ibu selalu ingin mendukung anak-anaknya, selalu siap<br>menemani saat anak-anaknya berjuang. Ketika menyaksikan anakanaknya berjuang dari jauh, seorang ibu akan terus mengucap doadoanya. Ia hanya ingin memberi dan tak pernah mengharap untuk<br>menerima balasan.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Sebagai pengikut Kristus, kita mengenal seorang ibu yang<br>istimewa. Bunda Maria. Ia Bunda Gereja dan Bunda kita semua. Sejak<br>menerima kabar dari malaikat Gabriel, Maria yang masih belia telah<br>belajar rela dan setia menjadi ibu Yesus. Meski pada mulanya Maria<br>sempat ragu, namun ia kemudian membuktikan keberaniannya<br>menerima konsekuensi pilihannya.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Walaupun tak menemukan tempat yang pantas ketika akan<br>melahirkan bayi Yesus, ia tetap bersyukur dan bersukacita<br>menyambut bayinya di kandang hina. Ia tetap setia meskipun harus<br>berlelah-lelah mengungsi ke Mesir untuk menghindari kejaran<br>tentara Firaun. Dan ia menyimpan dengan bijak semua pergumulan<br>hatinya yang dialami dalam merawat dan mendidik Yesus,<br>mengantarNya ke gerbang kedewasaan dan mulai dengan karya<br>mujizatnya yang pertama di perjamuan perkawinan di Kana.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Bunda Maria mencintai dan setia mendampingi Yesus<br>dalam berkarya. Dan ia tetap setia mendampingi walau harus<br>menanggung kesedihan mendalam menyaksikan putranya menderita<br>sengsara, memikul salibNya menuju Kalvari. Bunda Maria tetap setia<br>berdiri di kaki salibNya. Dengan tabah ia menyambut dalam<br>pangkuan cintanya jenazah Yesus, putranya. Semangat Bunda Maria<br>tidak padam setelah mengalami rangkaian duka yang terus melanda.<br>Ia tetap setia mendampingi dan berdoa bersama murid-murid Yesus.<br>Bahkan sebelum Roh Kudus turun atas para Rasul, Bunda Maria<br>masih berdoa bersama mereka (bdk. Kis 1:14). Bunda Maria menjadi<br>Bunda Gereja dan Bunda kita semua. Ia tak pernah berhenti<br>mengasihi kita. Bahkan ia terus mendoakan kita sampai hari ini.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Sobatku yang dikasihi Tuhan, mari kita jadikan Maria sungguhsungguh menjadi Bunda dalam hati, keluarga dan lingkungan kita.<br>Caranya adalah dengan rendah hati kita belajar meniru apa yang<br>telah diteladankan Bunda Maria. Tekun berjuang untuk berani<br>mencintai dan terus setia menebar cinta dalam suka maupun duka.<br>Mari kita warnai dunia dengan pelangi kasih yang telah kita terima<br>lebih dahulu. Mari kita mengubah wajah pribadi, keluarga,<br>lingkungan, juga dunia, agar bumi tempat kita tinggal ini menjadi<br>tempat yang menyenangkan bagi lebih banyak orang karena<br>merasakan dirinya dicintai. Setia mencintai? Mengapa tidak?<br>&#8230; Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu : selain berlaku<br>adil, mencintai kesetiaan,<br>dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? (Mikha 6:8)  <br><\/p>\n\n\n\n<p><em>Menjadi seorang Kristiani bukan sekedar mengikuti<br>perintah: melainkan memperkenankan Kristus<br>menguasai hidup kita dan mengubahnya.<\/em><br><strong>Paus Fransiskus  <\/strong><br><\/p>\n\n\n\n<p><br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KDKKB.id &#8211; (V. Waty S.H.) &#8211;\u201cHati-hati di jalan, ya. God bless you!\u201d Begitu selalu pesanOma setiap aku pamit berangkat sekolah. Kupeluk tubuhnya yangmulai membungkuk. Biasanya Oma akan memeluk dan membelairambutku. Aku selalu menyukai saat-saat seperti ini. Bukan hanyasaat kepadaku -cucunya- Oma menunjukkan kasihnya. Kepada Mamadan adikku pun Oma akan melakukan hal yang sama. Dan satu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[109,116,115,106,70,117,108,114,118,93,113,112,77,107],"class_list":["post-332","post","type-post","status-publish","format-standard","","category-lembar-kita","tag-allah","tag-bunda-maria","tag-ibu","tag-kasih","tag-kdkkb-id","tag-kesetiaan","tag-kristus","tag-mencintai","tag-rendah-hati","tag-renungan","tag-setia","tag-tuhan","tag-tuhan-yesus-kristus","tag-yesus"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Setia Mencintai? Mengapa tidak? - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"KDKKB.id - (V. Waty S.H.) - Sahabat terkasih, mari kita bayangkan ibu kita masing-masing.Mari kita ingat-ingat kembali bagaimana perjuangan ibu kita untukmerawat dan mendidik kita. Bagaimana kita telah banyakmenyusahkan hati ibu kita sejak kita kecil hingga sekarang, dan Ibutetap mengasihi mengasihi kita.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Setia Mencintai? Mengapa tidak? - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KDKKB.id - (V. Waty S.H.) - Sahabat terkasih, mari kita bayangkan ibu kita masing-masing.Mari kita ingat-ingat kembali bagaimana perjuangan ibu kita untukmerawat dan mendidik kita. Bagaimana kita telah banyakmenyusahkan hati ibu kita sejak kita kecil hingga sekarang, dan Ibutetap mengasihi mengasihi kita.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-10T13:08:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-10-10T13:08:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Febrina Anastasha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Febrina Anastasha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332\"},\"author\":{\"name\":\"Febrina Anastasha\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/e16226a218f5e281c9e8ef3003397bc8\"},\"headline\":\"Setia Mencintai? Mengapa tidak?\",\"datePublished\":\"2019-10-10T13:08:25+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-10T13:08:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332\"},\"wordCount\":693,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"Allah\",\"bunda Maria\",\"Ibu\",\"kasih\",\"kdkkb.id\",\"kesetiaan\",\"Kristus\",\"mencintai\",\"rendah hati\",\"renungan\",\"setia\",\"Tuhan\",\"Tuhan Yesus Kristus\",\"Yesus\"],\"articleSection\":[\"Lembar Kita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332\",\"name\":\"Setia Mencintai? Mengapa tidak? - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-10-10T13:08:25+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-10T13:08:39+00:00\",\"description\":\"KDKKB.id - (V. Waty S.H.) - Sahabat terkasih, mari kita bayangkan ibu kita masing-masing.Mari kita ingat-ingat kembali bagaimana perjuangan ibu kita untukmerawat dan mendidik kita. Bagaimana kita telah banyakmenyusahkan hati ibu kita sejak kita kecil hingga sekarang, dan Ibutetap mengasihi mengasihi kita.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Setia Mencintai? Mengapa tidak?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\",\"name\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"description\":\"Download E-Buletin      |        Kegiatan Sosial        |          Kesehatan        |\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\",\"name\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1\",\"width\":842,\"height\":595,\"caption\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/e16226a218f5e281c9e8ef3003397bc8\",\"name\":\"Febrina Anastasha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/58255977ba15f14e136786c98d072f82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/58255977ba15f14e136786c98d072f82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Febrina Anastasha\"},\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Setia Mencintai? Mengapa tidak? - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","description":"KDKKB.id - (V. Waty S.H.) - Sahabat terkasih, mari kita bayangkan ibu kita masing-masing.Mari kita ingat-ingat kembali bagaimana perjuangan ibu kita untukmerawat dan mendidik kita. Bagaimana kita telah banyakmenyusahkan hati ibu kita sejak kita kecil hingga sekarang, dan Ibutetap mengasihi mengasihi kita.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Setia Mencintai? Mengapa tidak? - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","og_description":"KDKKB.id - (V. Waty S.H.) - Sahabat terkasih, mari kita bayangkan ibu kita masing-masing.Mari kita ingat-ingat kembali bagaimana perjuangan ibu kita untukmerawat dan mendidik kita. Bagaimana kita telah banyakmenyusahkan hati ibu kita sejak kita kecil hingga sekarang, dan Ibutetap mengasihi mengasihi kita.","og_url":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332","og_site_name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","article_published_time":"2019-10-10T13:08:25+00:00","article_modified_time":"2019-10-10T13:08:39+00:00","author":"Febrina Anastasha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Febrina Anastasha","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332"},"author":{"name":"Febrina Anastasha","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/e16226a218f5e281c9e8ef3003397bc8"},"headline":"Setia Mencintai? Mengapa tidak?","datePublished":"2019-10-10T13:08:25+00:00","dateModified":"2019-10-10T13:08:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332"},"wordCount":693,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization"},"keywords":["Allah","bunda Maria","Ibu","kasih","kdkkb.id","kesetiaan","Kristus","mencintai","rendah hati","renungan","setia","Tuhan","Tuhan Yesus Kristus","Yesus"],"articleSection":["Lembar Kita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kdkkb.id\/?p=332#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332","url":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332","name":"Setia Mencintai? Mengapa tidak? - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#website"},"datePublished":"2019-10-10T13:08:25+00:00","dateModified":"2019-10-10T13:08:39+00:00","description":"KDKKB.id - (V. Waty S.H.) - Sahabat terkasih, mari kita bayangkan ibu kita masing-masing.Mari kita ingat-ingat kembali bagaimana perjuangan ibu kita untukmerawat dan mendidik kita. Bagaimana kita telah banyakmenyusahkan hati ibu kita sejak kita kecil hingga sekarang, dan Ibutetap mengasihi mengasihi kita.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kdkkb.id\/?p=332"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=332#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kdkkb.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Setia Mencintai? Mengapa tidak?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#website","url":"https:\/\/kdkkb.id\/","name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","description":"Download E-Buletin      |        Kegiatan Sosial        |          Kesehatan        |","publisher":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kdkkb.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization","name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","url":"https:\/\/kdkkb.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1","width":842,"height":595,"caption":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/e16226a218f5e281c9e8ef3003397bc8","name":"Febrina Anastasha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/58255977ba15f14e136786c98d072f82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/58255977ba15f14e136786c98d072f82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Febrina Anastasha"},"url":"https:\/\/kdkkb.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=332"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":333,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions\/333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}