{"id":330,"date":"2019-10-10T12:53:51","date_gmt":"2019-10-10T12:53:51","guid":{"rendered":"http:\/\/kdkkb.id\/?p=330"},"modified":"2019-10-10T12:54:04","modified_gmt":"2019-10-10T12:54:04","slug":"rindu-tapi-tidak-berani-rindu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330","title":{"rendered":"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu"},"content":{"rendered":"\n<p><br><strong>KDKKB.id<\/strong> &#8211; (Dedeh Supantini) &#8211; Budi, seorang mahasiswa yang pintar, beruntung dapat mendekati Gadis, salah satu mahasiswi cantik yang pintar juga. Hanya satu kekurangan Gadis: dia adalah putri Pak Dono, salah satu dosen yang disegani karena super disiplin. Itulah yang membuat teman lakilakinya segan mendekatinya. Budi pun sebenarnya selalu agak degdegan sejak \u201cjadian\u201d dengan Gadis. Ayahnya itu lho, mana tahan.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Pada suatu hari, ketika Budi menelpon ke rumah Gadis, telpon<br>tersebut dijawab oleh suara yang terdengar akrab. Budi yakin bahwa<br>itu suara Doni, adik Gadis, maka ia langsung menyapa: \u201cHalo, Don, ini<br>Budi!\u201d Yang disapa menyahut dengan ramah. Setelah basa-basi<br>sedikit, entah kenapa Budi sok terlalu akrab, dan \u201ckelepasan\u201d<br>menggosipkan Pak Dono sebagai dosen yang \u201csok ja\u2019im\u201d dan kuno.<br>Setelah bercerita begitu, barulah Budi bertanya, apakah ia bisa bicara<br>dengan Gadis. Suara itu menjawab \u201cOh, sebentar ya, bapak<br>panggilkan dia.\u201d Ternyata &#8230;&#8230; yang diajak bicara dari tadi adalah pak<br>Dono! Bisa dibayangkan, bagaimana wajah pak Dono saat itu. Yang<br>lebih tak terbayangkan adalah perasaan Budi ketika itu. Dia langsung<br>mulas-mulas, \u201cingin menghilang dari peredaran\u201d dan tidak lagi berani<br>menelpon ataupun datang ke rumah Gadis.<br><br>Dalam kehidupan, mungkin kita juga pernah menyakiti hati<br>seseorang yang sebenarnya kita hormati dan kita kasihi. Kita<br>menyesal, dan sekaligus malu bahwa kita bisa berbuat seperti itu.<br>Walaupun orang tersebut sudah mengampuni kita, kita tidak berani<br>bertemu dengannya, sebab orang itu tahu bahwa sebagian dari diri<br>kita ternyata tidak baik.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Kira-kira seperti itulah yang dialami oleh seseorang yang<br>meninggal dalam situasi masih dekat dengan Allah, namun<br>membawa beberapa dosa ringan. Ia sudah bertobat, namun<br>kesalahannya masih terasa efeknya bagi orang lain. Ia rindu untuk<br>\u201cpulang\u201d kepada Allah, tapi tidak berani. Dan memang belum layak,<br>sebab dosanya telah meninggalkan efek bagi orang lain. Ia belum<br>layak masuk Surga, sebab \u201ctanpa kekudusan tidak seorangpun akan<br>melihat Tuhan\u201d (bdk Ibr 12:14). Supaya sempurna dalam<br>kesuciannya, ia masih harus dimurnikan di tempat penyucian (Api<br>penyucian) atau purgatorium.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin kita bertanya-tanya: apakah purgatorium itu benarbenar ada? Santo Gregorius Agung mengatakan: &#8220;Sebelum<br>pengadilan, masih ada api penyucian untuk dosa-dosa ringan<br>tertentu, karena kebenaran abadi mengatakan bahwa kalau<br>seseorang menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini<br>tidak, di dunia yang akan datang pun tidak\u201d (bdk. Mat 12:32).<br><\/p>\n\n\n\n<p>Dari ungkapan ini nyatalah bahwa ada orang meninggal dengan<br>membawa dosa yang masih dapat diampuni. Mereka ini sudah pasti<br>kelak akan masuk Surga, namun masih perlu disucikan. Di tempat<br>penyucian ini mereka tidak bisa menolong dirinya sendiri, dan hanya<br>bisa berharap pada Kerahiman Allah. Lihat! Betapa besarnya<br>kerahiman Allah: walaupun jiwa-jiwa tersebut masih berdosa, dan<br>\u201cjatah waktu perjuangan\u201dnya sudah habis, Allah memberi<br>kesempatan untuk menyucikan dia. Santo Paulus menyebutnya<br>sebagai \u201cujian oleh api\u201d. \u201cJika pekerjaan yang dibangun seseorang<br>tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan<br>menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi<br>seperti dari dalam api\u201d. (Bdk. 1 Kor 3:13-15)<br><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan ini, ketika kita sadar telah menyakiti seseorang<br>dan minta maaf, mungkin orang tersebut mengampuni kita. Namun<br>kita tidak langsung berani bertemu dengannya muka hadap muka,<br>karena merasa tidak layak untuk merindukan suasana persahabatan<br>seperti sebelumnya, betapapun rindunya. Kita tidak berdaya. Pada<br>titik ini kita memerlukan bantuan orang lain untuk berekonsiliasi<br>dengan teman kita dan dengan diri sendiri.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah, para jiwa di purgatorium juga tidak bisa menolong<br>diri sendiri, dan memerlukan bantuan kita untuk berekonsiliasi<br>dengan Allah sehingga masuk dalam kebahagiaan Surga. Berdasarkan<br>kutipan Injil dan bacaan-bacaan tadi, Gereja Katolik mengajarkan<br>bahwa kita dapat mendoakan mereka. Gereja mendoakan mereka<br>dalam setiap Ekaristi &#8220;Berikanlah istirahat kekal kepada mereka dan<br>kepada semua saudara yang meninggal dalam Kristus, kasihanilah<br>dan sambutlah mereka dalam pangkuan-Mu.&#8221; Gereja bahkan<br>menetapkan tanggal 2 November sebagai hari khusus untuk<br>mendoakan arwah semua orang beriman.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, kita tahu sekarang, bahwa jiwa-jiwa di purgatorium<br>memerlukan bantuan kita. Maka, sebagai Gereja yang masih<br>berziarah di dunia, kita dipanggil untuk mendoakan mereka,<br>memohonkan Kerahiman Allah agar menerima mereka di Surga.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Pada kisahnya Budi, dengan bantuan Gadis, akhirnya Pak Dono<br>yakin akan cinta dan kemurnian Budi, dan menerimanya di rumah<br>mereka. Budi pun dengan sukacita menerima berkat tersebut.<br>Demikianlah, seperti Gadis membantu Budi untuk diterima di rumah<br>bapanya, kita juga bisa membantu jiwa-jiwa di purgatorium agar<br>Allah menerima mereka di Surga.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Maka, marilah kita mendoakan jiwa-jiwa orang beriman dengan<br>penuh cinta dan kesetiaan. Semoga dengan bantuan doa-doa kita,<br>berkat Kerahiman Tuhan, mereka segera diterima di Rumah Bapa kita<br>di Surga.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em>Iblis memberi Adam sebuah Apel , dan mengambil surga<br>dari padanya. Karena itu dalam semua godaan<br>janganlah kita mempertimbangkan apa yang<br>ditawarkan iblis , tetapi pertimbangkan apa yang akan<br>hilang dari kita.<\/em><br><strong>Richard Sibbes  <\/strong><br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KDKKB.id &#8211; (Dedeh Supantini) &#8211; Budi, seorang mahasiswa yang pintar, beruntung dapat mendekati Gadis, salah satu mahasiswi cantik yang pintar juga. Hanya satu kekurangan Gadis: dia adalah putri Pak Dono, salah satu dosen yang disegani karena super disiplin. Itulah yang membuat teman lakilakinya segan mendekatinya. Budi pun sebenarnya selalu agak degdegan sejak \u201cjadian\u201d dengan Gadis. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[109,67,70,108,93,111,112,77,107],"class_list":["post-330","post","type-post","status-publish","format-standard","","category-ruang-iman-katolik","tag-allah","tag-katolik","tag-kdkkb-id","tag-kristus","tag-renungan","tag-rindu","tag-tuhan","tag-tuhan-yesus-kristus","tag-yesus"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"KDKKB.id - (Dedeh Supantini) - Dalam kehidupan, mungkin kita juga pernah menyakiti hatiseseorang yang sebenarnya kita hormati dan kita kasihi. Kitamenyesal, dan sekaligus malu bahwa kita bisa berbuat seperti itu.Walaupun orang tersebut sudah mengampuni kita, kita tidak beranibertemu dengannya,\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KDKKB.id - (Dedeh Supantini) - Dalam kehidupan, mungkin kita juga pernah menyakiti hatiseseorang yang sebenarnya kita hormati dan kita kasihi. Kitamenyesal, dan sekaligus malu bahwa kita bisa berbuat seperti itu.Walaupun orang tersebut sudah mengampuni kita, kita tidak beranibertemu dengannya,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-10T12:53:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-10-10T12:54:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Febrina Anastasha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Febrina Anastasha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330\"},\"author\":{\"name\":\"Febrina Anastasha\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/e16226a218f5e281c9e8ef3003397bc8\"},\"headline\":\"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu\",\"datePublished\":\"2019-10-10T12:53:51+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-10T12:54:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330\"},\"wordCount\":694,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"Allah\",\"Katolik\",\"kdkkb.id\",\"Kristus\",\"renungan\",\"rindu\",\"Tuhan\",\"Tuhan Yesus Kristus\",\"Yesus\"],\"articleSection\":[\"Ruang Iman Katolik\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330\",\"name\":\"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-10-10T12:53:51+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-10T12:54:04+00:00\",\"description\":\"KDKKB.id - (Dedeh Supantini) - Dalam kehidupan, mungkin kita juga pernah menyakiti hatiseseorang yang sebenarnya kita hormati dan kita kasihi. Kitamenyesal, dan sekaligus malu bahwa kita bisa berbuat seperti itu.Walaupun orang tersebut sudah mengampuni kita, kita tidak beranibertemu dengannya,\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\",\"name\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"description\":\"Download E-Buletin      |        Kegiatan Sosial        |          Kesehatan        |\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\",\"name\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1\",\"width\":842,\"height\":595,\"caption\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/e16226a218f5e281c9e8ef3003397bc8\",\"name\":\"Febrina Anastasha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/58255977ba15f14e136786c98d072f82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/58255977ba15f14e136786c98d072f82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Febrina Anastasha\"},\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","description":"KDKKB.id - (Dedeh Supantini) - Dalam kehidupan, mungkin kita juga pernah menyakiti hatiseseorang yang sebenarnya kita hormati dan kita kasihi. Kitamenyesal, dan sekaligus malu bahwa kita bisa berbuat seperti itu.Walaupun orang tersebut sudah mengampuni kita, kita tidak beranibertemu dengannya,","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","og_description":"KDKKB.id - (Dedeh Supantini) - Dalam kehidupan, mungkin kita juga pernah menyakiti hatiseseorang yang sebenarnya kita hormati dan kita kasihi. Kitamenyesal, dan sekaligus malu bahwa kita bisa berbuat seperti itu.Walaupun orang tersebut sudah mengampuni kita, kita tidak beranibertemu dengannya,","og_url":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330","og_site_name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","article_published_time":"2019-10-10T12:53:51+00:00","article_modified_time":"2019-10-10T12:54:04+00:00","author":"Febrina Anastasha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Febrina Anastasha","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330"},"author":{"name":"Febrina Anastasha","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/e16226a218f5e281c9e8ef3003397bc8"},"headline":"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu","datePublished":"2019-10-10T12:53:51+00:00","dateModified":"2019-10-10T12:54:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330"},"wordCount":694,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization"},"keywords":["Allah","Katolik","kdkkb.id","Kristus","renungan","rindu","Tuhan","Tuhan Yesus Kristus","Yesus"],"articleSection":["Ruang Iman Katolik"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kdkkb.id\/?p=330#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330","url":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330","name":"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#website"},"datePublished":"2019-10-10T12:53:51+00:00","dateModified":"2019-10-10T12:54:04+00:00","description":"KDKKB.id - (Dedeh Supantini) - Dalam kehidupan, mungkin kita juga pernah menyakiti hatiseseorang yang sebenarnya kita hormati dan kita kasihi. Kitamenyesal, dan sekaligus malu bahwa kita bisa berbuat seperti itu.Walaupun orang tersebut sudah mengampuni kita, kita tidak beranibertemu dengannya,","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kdkkb.id\/?p=330"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=330#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kdkkb.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rindu, Tapi Tidak Berani Rindu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#website","url":"https:\/\/kdkkb.id\/","name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","description":"Download E-Buletin      |        Kegiatan Sosial        |          Kesehatan        |","publisher":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kdkkb.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization","name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","url":"https:\/\/kdkkb.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1","width":842,"height":595,"caption":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/e16226a218f5e281c9e8ef3003397bc8","name":"Febrina Anastasha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/58255977ba15f14e136786c98d072f82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/58255977ba15f14e136786c98d072f82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Febrina Anastasha"},"url":"https:\/\/kdkkb.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=330"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":331,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/330\/revisions\/331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}