{"id":1095,"date":"2024-11-14T09:35:51","date_gmt":"2024-11-14T02:35:51","guid":{"rendered":"http:\/\/kdkkb.id\/?p=1095"},"modified":"2024-11-14T09:39:35","modified_gmt":"2024-11-14T02:39:35","slug":"bagaimana-caranya-dokter-bersifat-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095","title":{"rendered":"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"689\" height=\"322\" data-id=\"1096\" src=\"https:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1096\" srcset=\"https:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg 689w, https:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru-300x140.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 689px) 100vw, 689px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>       Dalam praktik sehari hari seorang\u00a0 dokter terutama dokter katolik dituntut bersifat sosialterhadap masyarakat disekitarnya (terhadap pasien yang tidak mampu). Seorang daokter katolik diharapkan memiliki jiwa pengabdian yang sungguh sungguh disertai kualitas kerja yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Namun\u00a0 pada kenyataannya kita sebagai dokter katolik kadang kadang harus mengelus dada atas sikap masyarakat dan teman sejawat yang menaruh curiga, benci , sinis dan malahan ada yang ngerjain.\u00a0 Tapi ada pula yang menyambut baik sehingga sedikitnya kita terhibur. Pada suatu hari Tuhan Yesus menyembuhkan sepuluh orang penderta\u00a0 sakit kusta, tetapi orang yang kembali kepadaNya, untuk menyampaikan terima kasih ? Hanya satu orang (Lukas 17 ;11-19). Tatkala\u00a0 Yesus bertanya kepadanya\u00a0 \u201cDimanakah yang sembilan orang lainnya? \u201c Ternya mereka sudah amblas semuanya ( Dale Carnegi;Petunjuk hidup tenteram dan bahagia hal 193).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;\u201c \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026.Jadi apabila engkau memberi sedekah janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan oleh orang munafik dirumah rumah ibadah dan dilorong lorong supaya mereka dipuji orang \u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 Tetapi jika engkau memberi sedekah ,janganlah diketahui tangan kirimu , apa yang diperbuat tangan kananmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu (Matius 6;1-4)<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jadi kita sebagai dokter katolik harus memiliki iman disertai pengabdian tampa pamrih. Salah satu yang dapat menjadi pedoman bagi kita sebagai seorang dokter adalah : kita mempunyai peluang setiap hari untuk memberi sedekah secara tersembunyi kepada pasien yang tidak mampu. Dan sebaiknya orientasi tindakan tersebutadalah sebagai suatu pernyataan kasih kita kepada Tuhan (Allah Bapa di surga).<\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cKasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimudan dengan segenap jiwamudan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri\u201d(Lukas 10;27).<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai dokter katolik saya ingin mencoba memberikan pandangan bagaimana kita sebagai dokter katolik melaksanakan pengabdian kita yang menjadi harapan masyarakat sesuai dengan iman dan\u00a0 ayat ayat di atas. Sebelumnya\u00a0 saya mohon maaf apabita tulisan ini banyak kekurangan dan tidak ada maksud saya untuk menggurui.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Bagaimana caranya agar kita dapat bersifat sosial pada masyarakat tidak mampu tampa merasa terbebani bahkan mungkin kita akan rela memberi lebih banyak\u00a0 dari biasanya. Salah satu yang saya anjurkan menentukan\u00a0 batas\u00a0 kerugian\u00a0 (memang social itu pasti rugi) namun memberi dampak bagi iman pada hubungan kita dengan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tuhan Allah kita Bapa Putra dan Roh Kudus (Tritunggal maha Kudus)\u00a0\u00a0\u00a0 serta hubu ngan dengan sesama kita manusia\u00a0 sebagai mahluk\u00a0 sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Urutan langkah yang harus kita lakukan&nbsp; adalah :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tahap pertama : Kita harus bisa menghitung tarp dasar kita.<\/li>\n\n\n\n<li>Tahap kedua :Kita meninjau daya beli masyarakat umumnya<\/li>\n\n\n\n<li>Tahap ketiga : Bandingkan&nbsp; dan tentukan berapa besar kerugian atau keuntungan yang kita peroleh.<\/li>\n\n\n\n<li>Tahap ke&nbsp; empat: Perhatikan berapa persen masyarakat yang tidak mampu<\/li>\n\n\n\n<li>Tahap ke lima : Tentukan berapa yang akan kita sumbangkan&nbsp; secara tersembunyi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kita coba menghitung batas kerugian kita dengan menghitung tarip jasa praktik kita.Karena setiap dokter tidak sama atau&nbsp; bersifat&nbsp; individuildan&nbsp; juga&nbsp; merupakan&nbsp; rahasia pribadi dan sesuai iman katolik kita memberi&nbsp; harus&nbsp; tersem bunyi&nbsp; maka sebaiknya kita menghitung sendiri tarip kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memperjelas\u00a0 masalah sebaiknya kita pelajari Contoh kasus: Seorang dokter Lukas (fiktif) karena Santo Lukas\u00a0 seorang tabib pada zamannya.)<\/p>\n\n\n\n<p>Dokter Lukas&nbsp; mengontrak tempat praktek di Jalan Tigris&nbsp; Kota Niniwe Kecamatan Asyur jumlah pasiennya rata rata perbulan adalah 200 orang.Biaya yang dikeluarkan&nbsp; selama sebulan adalah :<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya Kontrak tempat :&nbsp; Rp 5000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Gaji Pegawai admin&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Rp 2000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya transport&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Rp 3000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Cetak resep&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Rp&nbsp;&nbsp; 170.000<\/p>\n\n\n\n<p>Listrik&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Rp&nbsp; 100.000<\/p>\n\n\n\n<p>Pajak&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Rp 200.000<\/p>\n\n\n\n<p>Bahan habis pakai&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :Rp&nbsp; 500.000<\/p>\n\n\n\n<p>Total biaya&nbsp; praktik&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rp10.970.000 \/ 200 orang&nbsp; = 54.850,-<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Hasil perhitungan di atas, kita tahu batas kerugian , berarti minimal&nbsp; Tarip praktik&nbsp; sekitar 55.000&nbsp; kita melanjutkan ke tahap ke dua yaitu menilai daya beli masyarakat. Caranya dengan melakukan survei berapa Tarip umum dokter di masyarakat sekitar boleh dengan banyak<\/p>\n\n\n\n<p>cara , mau angkete dll misalnya Rp 85.000, berarti&nbsp; ada selisih Rp 30.000,<\/p>\n\n\n\n<p>Kita maju ke tahap tiga perhatikan persentase masyarakat tidak mampu, lalu tentukan dari pendapatan sebulan yang mau di sumbangkan perpasien.secara tersembunyi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mudah mudahan uraian di atas dapat memperluas wawasan teman sejawat dalam kehidupan sehari hari untuk bisa memberi\u00a0 lebih banyak pada masyarakat tak mampu. (dr Ernomo A.S MM )               Sumber : Artikel dengan Judul dan penulis yang sama\u00a0 Buletin KDKJB\u00a0 NO 9\u00a0 Oktober\u00a0\u00a0 2001<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam praktik sehari hari seorang\u00a0 dokter terutama dokter katolik dituntut bersifat sosialterhadap masyarakat disekitarnya (terhadap pasien yang tidak mampu). Seorang daokter katolik diharapkan memiliki jiwa pengabdian yang sungguh sungguh disertai kualitas kerja yang baik. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Namun\u00a0 pada kenyataannya kita sebagai dokter katolik kadang kadang harus mengelus dada atas sikap masyarakat dan teman sejawat yang menaruh &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1095","post","type-post","status-publish","format-standard","","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam praktik sehari hari seorang\u00a0 dokter terutama dokter katolik dituntut bersifat sosialterhadap masyarakat disekitarnya (terhadap pasien yang tidak mampu). Seorang daokter katolik diharapkan memiliki jiwa pengabdian yang sungguh sungguh disertai kualitas kerja yang baik. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Namun\u00a0 pada kenyataannya kita sebagai dokter katolik kadang kadang harus mengelus dada atas sikap masyarakat dan teman sejawat yang menaruh &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-14T02:35:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-14T02:39:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Buletin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Buletin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095\"},\"author\":{\"name\":\"Buletin\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/b80f1e068e5cf7c66bba5a5905e5e10b\"},\"headline\":\"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial\",\"datePublished\":\"2024-11-14T02:35:51+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-14T02:39:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095\"},\"wordCount\":771,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095\",\"name\":\"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg\",\"datePublished\":\"2024-11-14T02:35:51+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-14T02:39:35+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg\",\"width\":689,\"height\":322},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\",\"name\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"description\":\"Download E-Buletin      |        Kegiatan Sosial        |          Kesehatan        |\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#organization\",\"name\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\",\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1\",\"width\":842,\"height\":595,\"caption\":\"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/b80f1e068e5cf7c66bba5a5905e5e10b\",\"name\":\"Buletin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/820f0b4c54363b21c239720fa4c5fcd5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/820f0b4c54363b21c239720fa4c5fcd5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Buletin\"},\"url\":\"https:\/\/kdkkb.id\/?author=8\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","og_description":"Dalam praktik sehari hari seorang\u00a0 dokter terutama dokter katolik dituntut bersifat sosialterhadap masyarakat disekitarnya (terhadap pasien yang tidak mampu). Seorang daokter katolik diharapkan memiliki jiwa pengabdian yang sungguh sungguh disertai kualitas kerja yang baik. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Namun\u00a0 pada kenyataannya kita sebagai dokter katolik kadang kadang harus mengelus dada atas sikap masyarakat dan teman sejawat yang menaruh &hellip;","og_url":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095","og_site_name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","article_published_time":"2024-11-14T02:35:51+00:00","article_modified_time":"2024-11-14T02:39:35+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Buletin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Buletin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095"},"author":{"name":"Buletin","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/b80f1e068e5cf7c66bba5a5905e5e10b"},"headline":"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial","datePublished":"2024-11-14T02:35:51+00:00","dateModified":"2024-11-14T02:39:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095"},"wordCount":771,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095","url":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095","name":"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial - Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg","datePublished":"2024-11-14T02:35:51+00:00","dateModified":"2024-11-14T02:39:35+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#primaryimage","url":"https:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg","contentUrl":"https:\/\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cover-baru.jpg","width":689,"height":322},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/?p=1095#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kdkkb.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Caranya Dokter Bersifat Sosial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#website","url":"https:\/\/kdkkb.id\/","name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","description":"Download E-Buletin      |        Kegiatan Sosial        |          Kesehatan        |","publisher":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kdkkb.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#organization","name":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung","url":"https:\/\/kdkkb.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/kdkkb.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/logo-putih.png?fit=842%2C595&ssl=1","width":842,"height":595,"caption":"Komunitas Dokter Katolik Keuskupan Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/b80f1e068e5cf7c66bba5a5905e5e10b","name":"Buletin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kdkkb.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/820f0b4c54363b21c239720fa4c5fcd5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/820f0b4c54363b21c239720fa4c5fcd5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Buletin"},"url":"https:\/\/kdkkb.id\/?author=8"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1095"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1100,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1095\/revisions\/1100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdkkb.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}